Wednesday, October 25, 2006

Barros Gabung Ducati d'Antin



Salomo Sihombing - detikSport


AFP/Carl De Souza
Roma - Alex Barros hanya setahun turun di World Superbike. Musim depan pembalap Brasil itu akan balik ke MotoGP bersama tim Ducati Pramac D'Antin.

Karir Barros memang punya karir unik di balapan roda dua. Turun di GP500cc 1990 hingga era MotoGP, pembalap 36 tahun itu absen dari kelas "Para Raja" tahun lalu karena tidak mendapat sponsor.

Meski usianya cukup tua, namun Barros tidak pensiun. Dirinya malah beralih ke World Superbike bersama tim Klaffi Honda. Namun tahun depan, kolektor tujuh gelar seri MotoGP itu akan menunggangi motor 800cc Ducati Desmosedici GP7.

"Saya sangat senang bisa kembali balapan di kelas presmier bersama Pramac d'Antin. Saya sangat yakin, saya yakin kami akan melakukan tugas dengan sukses," ujar Barros seperti dilansir Crash, Selasa (24/10/2006).

Musim 2006 capaian d'Antin sebenarnya tidak terlalu bagus. Namun dengan data ujicoba Ducati dari tim Marlboro Ducati, serta keputusan pindah dari ban Dunlop ke Bridgestone membuat peluang d'Antin lebih baik.

"Kami sangat menyambut kedatangan Alex Barros. Keberadaannya membuat kami benar-benar percaya diri menyambut musim depan. Pengalamannya merupakan sesuatu yang sangat berharga," sambut manajer Luis d'Antin.

Belum diketahui siapa yang akan menjadi tandem Barros di d'Antin, karena pembalap tahun lalu Alex Hofmann dan Jose Luis Cardoso masih belum jelas nasibnya. (lom/lom)

Monday, October 23, 2006

Biaggi Latihan di Magny-Cours Perancis

Sebagai penonton setia MotoGP di TV 7 (maklum belum kuat untuk menyewa TV Kabel-red) ada “sedikit” kritik untuk TV 7 yang agak mengganggu.
1. Redaksi TV 7 beberapa kali melakukan kesalahan menayangkan profil pembalap, biasanya team, Debut dan tempat tanggal lahir.
2. Ada satu komentator yang terlalu memihak Yamaha, mungkin supaya dipakai terus TV 7 mengingat acara tersebut disponsori Yamaha. Angkat jempol buat Bung Benny Djati Utomo dan Bung Joni Lono Purnomo yang kami anggap sebagai komentator MotoGP terbaik.
3. Celebration di beberapa seri yang dimenangkan team selain penunggang Yamaha hampir tidak pernah ditayangkan, kecuali tahun 2003 dimana Yamaha tidak pernah naik podium. Tanya kenapa ?

Sunday, October 22, 2006

Saran untuk TV 7


Sebagai penonton setia MotoGP di TV 7 (maklum belum kuat untuk menyewa TV Kabel-red) ada “sedikit” kritik untuk TV 7 yang agak mengganggu.
1. Redaksi TV 7 beberapa kali melakukan kesalahan menayangkan profil pembalap, biasanya team, Debut dan tempat tanggal lahir.
2. Ada satu komentator yang terlalu memihak Yamaha, mungkin supaya dipakai terus TV 7 mengingat acara tersebut disponsori Yamaha. Angkat jempol buat Bung Benny Djati Utomo dan Bung Joni Lono Purnomo yang kami anggap sebagai komentator MotoGP terbaik.
3. Celebration di beberapa seri yang dimenangkan team selain penunggang Yamaha hampir tidak pernah ditayangkan, kecuali tahun 2003 dimana Yamaha tidak pernah naik podium. Tanya kenapa ?